Selalu Bersepeda - Longride Gowes Jogja-Ungaran

Longride Jogja-Ungaran

Selalu Bersepeda – Beberapa waktu lalu di libur kerja, saya coba menyempatkan untuk sepedaan agak jauh lagi, kalau orang-orang bilang namanya Longride. Kali ini mencoba rute Jogja-Ungaran dengan jarak sekali jalan 100 kilometer. Gimana lika-liku sepedaan Jogja-Ungaran, untuk kalian yang suka baca, silakan baca hingga akhir cerita perjalanan ini.

Persiapan Longride

Sebelum ngomongin soal perjalanan Jogja-Ungaran yang seru, bagaimana kalau saya bahas dulu sedikit tips untuk persiapan longride. Di sini saya tulis apa saja yang perlu disiapkan ketika akan melangsungkan perjalanan bersepeda jauh. Apa saja yang perlu disapkan ketika akan longride? ini persiapan versiku:

  • Persiapan Fisik (bisa istirahat cukup di beberapa hari sebelum melakukan longride)
  • Atur jadwal dan rencana atau target waktu (hal ini berpengaruh dengan barang bawaan)
  • Persiapkan barang bawaan (baju ganti, toolkit, ban cadangan, pompa, lampu, jas hujan, dll.)
  • Siapkan uang cash, hal ini untuk menanggulangi jika di jalan tidak menemukan atm atau tidak menemukan warung yang bisa pakai QRIS
  • Setting sepeda dan cek ( tekanan angin ban, rantai, lampu, rem, dan lain sebagainya)
  • Satu hal yang tidak boleh kelewat adalah nyalakan cyclocomp atau strava di HP, biar bisa tau jarak, kecepatan, elevation gain, dan bisa jadi catatan atau dokumentasi pribadi. Catatan ini pun penting ketika suatu saat nanti akan mendaftarkan diri di acara ultracycling seperti Audax atau Bentang Jawa

Selalu Bersepeda - Persiapan Longride Sepedaan

Longride Jogja – Ungaran ; Sarapan Soto di Alun-Alun Magelang

Ini bukan kali pertama saya bersepeda dari Jogja ke Ungaran, sebelumnya pernah juga dari Jogja ke Gunung Pati PP (daerah Unnes) dan juga pernah mengulangi rute dari Gunung Pati ke Jogja dengan misi pengambilan sepeda, untuk edisi ini mungkin akan saya tulis di postingan lain.

Oke, langsung ke cerita perjalanan dimulai dari studio tempat saya bekerja yaitu Wigi Wigel Studio. Mengapa start dari studio? jawaban nya adalah karena perjalanan ini dimulai setelah selesai melangsungkan pekerjaan yaitu di shift malam (21.00 hingga 05.00). Ini tidak patut di contoh karena seperti yang saya sebutkan di awal yaitu persiapan fisik berupa istirahat sangatlah diperlukan. Namun karena waktu libur hanya 2 hari maka saya mulai perjalanan di hari sabtu pagi pukul 05.45 wib dari studio.

Awalnya berniat sepedaan bener-bener sendirian, namun malam sebelum keberangkatan sempet ngontak kawanku, sebut saja Damar. Malam itu whatsapp yang kira-kira isi pesan nya adalah:

Sesuk aku meh longride Ungaran bar nge-shift, misal pengin melu longride tekan Borobudur ayo gas

Pesan tersebut diresponse, akhirnya di iya-kan untuk ikut bareng sepedaan dari Jogja sampai Borobudur. Di hari H, tepatnya jam 6 pagi ketemu di jalan, kami berdua berangkat melalui jalur utama Jl. Magelang.

Sampai pertigaan arah ke Borobudur (di pertigaan yang ada patung Gajah nya) sempet berhenti dan diskusi mau sarapan dulu sebelum berpisah atau gimana. Akhirnya Damar memutuskan untuk lanjut sampai ke alun-alun Magelang, cari sarapan di sekitar alun-alun saja. Akhirnya kami berdua berhenti untuk sarapan di warung soto sebrang alun-alun Magelang, Soto Madura, nama tempatnya kami lupa.

Selalu Bersepeda - Rekomendasi Kuliner Magelang - Soto Madura Alun Alun Magelang

Jam 8 pagi hingga hampir jam 9 pagi kami makan dan ngobrol panjang, sedikit terlena dengan keseruan obrolan. Setelah itu bergegas untuk bersiap melanjutkan perjalanan masing-masing, saya lanjut untuk perjalanan ke Ungaran, sedangkan Damar putar balik untuk pulang ke Jogja.

Selalu Bersepeda - Roadbike Colnago Lux Dream dan Orbea Aqua

Bertegur Sapa Dengan Pesepeda Lain

Setelah beberapa waktu gowes melanjutkan perjalanan, saya berpapasan dengan beberapa pesepeda lain. Selain karena ini adalah weekend (hari sabtu) sehingga banyak pesepeda, di waktu itu juga bertepatan dengan acara ulang tahun Fedjo (Federal Jogja) sehingga banyak pegiat komunitas sepeda Federal yang berangkat ke acara tersebut.

Kami berpapasan dan hanya bisa saling sapa, melambaikan tangan, sesekali mereka membunyikan lonceng, dan juga teriakan khas pesepeda “kiyuw kiuw”. Hal tersebut cukup menyenangkan, ketika bertemu sesama pesepeda rasanya seperti ada tambahan energi, saling support, saling mengisi energi walaupun kita semua tidak saling kenal.

Mengukur Kemampuan Diri

Hal yang cukup penting ketika longride adalah bisa mengukur kemampuan diri sendiri. Kapan kita mengayuh kencang, kapan melambat, kapan harus berhenti, dan kapan harus minum atau makan. Nah masih di sekitar Magelang, kalau tidak salah masuk di area Secang, saya sempet memutuskan berhenti di Masjid. Saya numpang ke toilet, bebersih muka, dan menyempatkan rebahan di serambi masjid kurang lebih 10-20 menit.

Kalau orang-orang bilang istilahnya Power Nap, apa itu power nap? Dikutip dari website Halodoc, berikut penjelasan singkat terkait power nap:

Power nap adalah istilah yang merujuk pada kebiasaan tidur singkat dalam rentang waktu 10 hingga 20 menit. Aktivitas ini umumnya bertujuan untuk mengistirahatkan tubuh sejenak dan menyegarkan pikiran tanpa perlu memasuki fase tidur yang dalam. Walaupun durasinya singkat, power nap dapat memberikan sejumlah manfaat yang signifikan untuk kesehatan dan kesejahteraan mental.

Setelah istirahat, energi serasa kembali naik dan melanjutkan perjalanan hingga sampai di Ungaran sekitar pukul 12.30 wib.

Sampai di Ungaran, bebersih badan, jemur bip untuk dipakai lagi besok perjalanan balik ke Jogja. Dan waktunya Family Time karena kebetulan destinasi Ungaran adalah ke rumah saudara, ngumpul bareng Bapak Ibu di sana.

Selalu Bersepeda - Cyclocomp XOSS G plus

Yang Terpenting dari Perjalanan Adalah: PULANG

Semalaman sudah bersama keluarga, itu semacam re-charge energi yang begitu ampuh bagiku. Minggu pagi sekitar jam 8 pagi start dari Ungaran lewat jalur utama yang banyak truk-truk besar. Berteman debu, angin, truk, suara klakson, dan juga hujan. Sejauh-jauhnya perjalanan tanpa berarti jika tak ada kata PULANG, jadi perjalanan pulang lah sebetulnya yang menjadi sangat penting dan perlu diresapi.

Sepertinya kita tidak kalah jika tidak sampai tujuan, tapi kita perlu sampai pada pulang dengan selamat. Begitupun dengan hidup, jika kita tidak bisa sampai pada level yang dicita-citakan, setidaknya kita nanti bisa pulang dengan baik. Bagaimana bisa pulang dengan baik? ya tentu berusaha menjadi orang baik, mencoba untuk menjalankan perintah-Nya dan sebisa mungkin menjauhi larangan-Nya agar kita bisa pulang dengan selamat.

Selalu Bersepeda - Tips Bersepeda Jarak Jauh

Di perjalanan pulang bersepeda ini saya pun berpapasan lagi dengan beberapa pesepeda yang sepertinya baru pulang dari acara Federal Jogja. Kembali bertegur sapa, tak jarang juga disalip atau menyalip pesepeda lain. Ada obrolan pendek di atas sadle, di kecepatan 20-25 kilometer per jam. Pertanyaan paling umum “baru dari mana, mau kemana mas”, sempet juga saya coba ikuti laju mereka yang kebut-kebutan, tapi pada akhirnya saya sadar akan kemampuan kalau saya tidak sedang berlomba, jadi kembali melambatkan kayuhan, menyesuaikan ritme yang cocok dengan tubuhku.

Setelah melewati Armada Town Square (Artos) Magelang, tiba-tiba hujan cukup lebat, mau pakai jas hujan tapi sepertinya terlalu deras sehingga memutuskan untuk berhenti, meneduh sembari istirahat. Sekitar 10 menit tiba-tiba hujan cukup reda tapi masih gerimis, saya pun memberanikan diri untuk melanjutkan perjalanan.

Selalu Bersepeda - Kehujanan Saat Gowes

Baru gowes sekitar 2-3 kilometer tiba-tiba hujan kembali deras! meneduh lagi dan kebetulan ada bengkel yang tutup dan ada kursi panjang di depan nya, saya rebahan (ketiduran) sekitar seperempat jam hingga hujan cukup berani untuk diterjang lagi.

Melanjutkan perjalanan hingga sampai kontrakan di Jogja, alhamdulillah lancar, aman tanpa kendala. Akhirnya pulang adalah kenikmatan yang patut disyukuri dan dirayakan.

Selalu Bersepeda - Longride 200 kilometer

Penutup

Terima kasih untuk pembaca blog Selalu Bersepeda ini, dengan kalian membaca tulisan ini maka semangat saya untuk menulis akan semakin terjaga. Semoga blog ini juga bermanfaat untuk siapa saja, baik untuk pembaca maupun untuk penulis. Jangan lupa ikuti akun tiktok @selalubersepeda dan instagram saya @selamathariair.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *